JAKARTA, PT PLN (Persero) merencanakan, pelaksanaan tender proyek percepatan pembangunan pembangkit berdaya 10.000 MW tahap kedua dapat dimulai September 2009.
Dirut PLN Fahmi Mochtar mengatakan proyek pertama yang akan ditenderkan kemungkinan adalah PLTGU Muara Tawar Add-On 1.200 Mega Watt (MW) dan PLTA Upper Cisokan 1.000 MW. "Kedua proyek itu sudah jelas pendanaannya," katanya di Jakarta, siang ini.
Proyek PLTGU Muara Tawar Add-On akan didanai Japan Bank for International Cooperation (JBIC), sedang pembiayaan PLTA Upper Cisokan berasal dari Bank Dunia.
PLN akan melakukan tender konstruksi (engineering, procurement, and construction/ EPC) mengingat kedua proyek tersebut dibangun BUMN listrik tersebut.
Selain kedua proyek tersebut, proyek 10.000 MW tahap kedua lainnya yang sudah mendapatkan komitmen pendanaan dan akan dikerjakan PLN antara lain PLTU Parit Baru 100 MW dari pinjaman China, PLTU Muara Jawa 200 MW dari BPD Kaltim, PLTA Asahan 3 174 MW dari JBIC, PLTP Ulumbu 10 MW dari ADB, PLTP Lahenong 4 20 MW dari ADB, dan Ulubelu 110 MW dari JBIC.
Menurut Fahmi, pelaksanaan tender EPC tersebut tidak mesti menunggu peluncuran program 10.000 MW tahap kedua yang direncanakan dalam waktu dekat ini.
Ia juga mengatakan, pihaknya masih mematangkan proyek-proyek yang masuk dalam program 10.000 MW tahap kedua dengan Ditjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM. "Biar mantap," ujarnya.
PLN telah menyiapkan 78 lokasi proyek pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap kedua dengan total daya 9.706 MW.
Sebagian besar proyek 10.000 MW tahap kedua berlokasi di Pulau Jawa dengan daya 5.685 MW dan luar Jawa 4.021 MW.
Sedang berdasarkan jenis, proyek PLTU mencakup daya sebesar 4.196 MW, selanjutnya panas bumi 2.896 MW, gas 1.440 MW, dan air 1.174 MW. |