MAKASSAR, Perusahaan Listrik Negera (PLN) Sulselbar menjamin ketersediaan tenaga listrik selama pelaksanaan pemilihan umum legislatif, 9 April mendatang.
PLN siap mengoperasikan seluruh pembangkit untuk menunjang agenda nasional tersebut. Pasalnya, penghitungan suara diperkirakan akan melebihi empat jam pada malam hari setelah pencoblosan. PLN juga membatalkan rencana overhaul mesin pembangkit tenaga air di Bakaru dengan kapasitas 60 megawatt (MW) yang rencananya akan dilakukan Februari ini.
“Pekan depan,kita akan melakukan assessment ulang pembangkit yang akan overhaul di Bakaru untuk mengetahui kemampuannya menunjang ketersediaan listrik selama pelaksanaan pemilu,” jelas General Manager PT PLN Sulselrabar Haryanto WS kepada SINDO seusai audiensi dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin. Selain itu, kesiapan tenaga listrik oleh PLN akan kembali bertambah dengan selesainya overhaul mesin pembangkit di PLTU Tello dengan kapasitas 20 MW akhir Februari mendatang dan 40 MW pada awal Maret.
Haryanto mengatakan, dengan jumlah pembangkit yang ada saat ini, kondisi kelistrikan Sulsel sangat pas-pasan. Dengan beban puncak sekitar 490 MW, pihak PLN terpaksa melakukan pemadaman untuk mengurangi beban setiap harinya sebesar 7 MW hingga 30 MW.Menurutnya, jika ada mesin yang mengalami perawatan rutin, bisa dipastikan listrik Sulsel akan kembali minus.
“Kita berupaya setiap tahunnya untuk melakukan penambahan jumlah pembangkit terutama dengan membeli listrik milik swasta.Apalagi, setiap tahunnya kebutuhan listrik terus bertambah,” ujarnya. Haryanto menambahkan, untuk tahun 2009 ini,kelistrikan Sulsel akan kembali mendapatkan pasokan sebesar 60 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PTLG) Sengkang. PLN juga akan kembali mendapatkan suplai listrik sebesar 2x10 MW dari PLTU Barru namun masih menunggu kesepakatan harga.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan,dalam tiga tahun terakhir suplai listrik terbesar berasal dari PLTA Bakaru.Jika pembangkit atau kondisi air mengalami masalah, bisa dipastikan sistem kelistrikan Sulsel akan mengalami masalah. Menurutnya, jika memang pembangkit di Bakaru harus mengalami overhaul, maka langkah antisifasi untuk meminimalisir pemadaman harus disiapkan. (abriandi)
|